Indonesia Travel Travel Story

Backpacker ke Bali Lewat Jalur Darat – Bagian 1

on
8 Juli 2018

Kamu masih berpikir liburan ke Bali mahal? Kamu masih bingung ingin pergi ke destinasi mana saja ketika berlibur di Bali? Nah, sebaiknya kamu membaca tulisan saya sampai habis agar semua pertanyaan kamu terjawab. Saya ingin berbagi pengalaman ketika pertama kali backpacker ke Bali. Semoga dari tulisan saya ini bisa menginspirasi pembaca yang masih ragu untuk pergi ke Bali.

Mimpi Sejak SMP

Desember 2014, pertama kali nya saya mulai melakukan perjalanan dengan cara backpacker. Tujuan saya kali ini adalah Bali. Mengapa Bali? Saya sudah memimpikan untuk bisa mengunjungi Bali sejak saya masih SMP. Dan saya bertekad dengan cara apapun suatu saat nanti saya harus bisa pergi kesana. Pada bulan Juli 2014, saya mulai mencari informasi di internet mengenai cara termurah untuk mengunjungi Bali. Saya menemukan forum backpacker yang isinya ajakan untuk trip ke Bali dengan cara sharecost (patungan). Tak berselang lama, saya mengenal beberapa teman yang kemudian lanjut bergabung di grup Whatsapp untuk melakukan komunikasi lebih intens. Dari sekian banyak orang yang tergabung di grup itu, hanya tersisa empat orang yang masih ingin bertekad liburan ke Bali bersama-sama. Saya, Rizal, Tofik dan Thito kemudian merencanakan segala sesuatu mulai dari transportasi apa yang akan kita pakai, tempat menginap selama di Bali dan tidak lupa rencana perjalanan selama di Bali.

Hari Keberangkatan

Singkat cerita, tanggal 23 Desember 2014 saya pertama kali bertemu dengan Rizal di Stasiun Pasar Senen. Kemudian kami berdua menaiki kereta Progo menuju Jogjakarta yang nanti kemudian dilanjut naik kereta Sri Tanjung dengan tujuan akhir Stasiun Banyuwangi Baru. Teman saya yang lain, Tofik naik pesawat menuju Surabaya kemudian lanjut naik kereta ke Banyuwangi dan Thito langsung naik pesawat menuju Bali. Perjalanan saya menuju Jogjakarta dengan kereta hanyaΒ  memerlukan biaya 50 ribu rupiah saja, sedangkan kereta menuju Banyuwangi pun saya beli dengan harga serupa. Saya memesan tiket kereta H-30 hari keberangkatan diΒ sini.

Tiket kereta ke Bali lewat jogjakarta dan banyuwangi

Tiket Kereta

Saya dan Rizal hampir saja ketinggalan kereta menuju Banyuwangi karena kereta Progo yang kami gunakan mengalami keterlambatan. Jam 06.50 WIB baru tiba di stasiun Lempuyangan, sedangkan jadwal berangkat ke Banyuwangi jam 07.00 WIB. Perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Tak terasa jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, itu berarti kami sudah menghabiskan waktu selama 14 jam sejak dari Jogjakarta tadi. Kami segera turun dari kereta untuk menemui Tofik, yang sudah menunggu sejak tadi. Kemudian kami bertiga berjalan kaki menuju Pelabuhan Ketapang yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari stasiun Banyuwangi Baru. Setelah membeli beberapa logistik untuk bekal perjalanan, saya segera membeli tiket kapal ferry untuk menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Menyeberang ke Bali

Tepat pukul 22.00 WIB kami mulai naik kapal ferry. Sebetulnya jarak antara Banyuwangi dan Bali sudah dekat, pulau di Bali sudah terlihat jika kamu berdiri di pinggir pantai Banyuwangi. Jarak tempuh kapal ferry sekitar 45 menit sampai satu jam. Di dalam kapal ferry banyak yang menawarkan jasa pijat ataupun makanan untuk kita bisa santap. Oia, harga tiket kapal ferry dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk hanya 8 ribu rupiah loh per orang, murah kan? Pukul 00.00 WITA kapal ferry sudah merapat di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kami bertiga kemudian turun dan dilanjutkan berjalan kaki menuju terminal bus yang ada di Pelabuhan Gilimanuk. Di tengah perjalanan, kami melewati petugas yang memeriksa KTP serta menanyakan tujuan yang hendak kita tuju.

tiket ferry ketapang gilimanuk backpacker bali

Tiket Kapal Ferry

Sekitar 10 menit kami berjalan, kami tiba di terminal bus dan disambut beberapa kenek yang menawarkan bus nya. Kondisi saat itu sudah gelap dan sepi, mungkin karena jam sudah masuk waktu dinihari. Kami menaiki bus berukuran sedang, mirip sekali dengan bus metromini yang ada di Jakarta namun dengan ukuran yang lebih kecil. Setelah 30 menit menunggu penumpang penuh, bus itu berjalan dengan kecepatan sedang. Saya langsung tertidur pulas beberapa menit setelah bus berjalan, namun kadang terbangun ketika bus melewati jalan yang rusak atau saat sedang mengisi bensin. Empat jam berlalu akhirnya kami tiba di terminal bus Ubung, Denpasar Bali. Kami segera turun dari bus dan menghubungi Thito, teman kami yang sudah tiba terlebih dahulu untuk meminta dijemput. Kami dijemput oleh Bli Nyoman, kenalan saya di Facebook yang memiliki hobi sama dengan saya yaitu mengoleksi jersey AC Milan. Kami diajak untuk istirahat di rumahnya, sebelum kami memulai petualangan di Bali. Jika saya total perjalanan dari Jakarta ke Bali sat itu hanya menghabiskan 148 ribu rupiah.Β Cerita selama perjalanan di Bali, akan saya sambung di bagian kedua. So, stay tune ya teman.

 

TAGS
RELATED POSTS
72 Comments
  1. Balas

    Maria Widjaja

    9 Juli 2018

    Artikel yang informatif. Pertanyaan saya hanya satu, yakni benarkah perjalanan menuju Jogjakarta dengan kereta hanya perlu biaya 50 rupiah saja?

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Betul ka, di tahun 2014 kereta Progo masih 50 ribu harganya

  2. Balas

    Taumy

    9 Juli 2018

    woow…Luara biasa..Murah ternyata jika ingin ke Bali dari Jakarta via darat. Terimakasih infonya, ditunggu part 2 nya.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Siap om taumy akan segera terbit part 2 nya

  3. Balas

    Rama Murtaba

    9 Juli 2018

    Salut. Benar-benar jiwa backpacker banget ya bang madi. Jalur darat dan laut ditempuh demi menuju Bali. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      demi menggapai mimpi bro

  4. Balas

    Antin Aprianti

    9 Juli 2018

    Sempet kaget pas baca tiket kereta cuma 50 rupiah, kok murah banget. Eh ternyata 50ribu rupiah toh, untung di bawahnya ada foto tiketnya.
    Trip 2014 tapi masih simpen foto-fotonya lengkap, keren nih Bang Madi. Ditunggu kelanjutannya.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      siap ka antin, ditunggu ya

  5. Balas

    INA

    9 Juli 2018

    Waahh seru banget nih saya juga pernah ke bali lewat jalur darat tapi bedanya saya ga naik kereta tapi dari jogja- banyuwangi sampai bali naik motor πŸ˜€

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      wih keren ka saya belum pernah naik motor sejauh itu

  6. Balas

    Maria Widjaja

    9 Juli 2018

    Cerita petualangan yg seru. Pertanyaan saya hanya satu:

    “Perjalanan saya menuju Jogjakarta dengan kereta hanya memerlukan biaya 50 rupiah saja,” – Seriusan??

  7. Balas

    ichanisa

    9 Juli 2018

    Dah serius ternyata bersambung, jadi penasaran sama cerita selanjutnya. Perlu di coba nih budget ala backpacker dan menikmati perjalanan yang seru, pasti terkenang selalu ini sih. ditunggu ceritanya

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      siap ka

  8. Balas

    Tuty prihartiny

    9 Juli 2018

    Ini pengalaman hampir 4 tahun yang lalu?! Keren pisan kakak masih inget detailnya. Aseli penasaran kelanjutan cerita backpaker ke Balinya. Sepertinya akan makin seru ya….

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      karena pertama kali jadi sangat berkesan ka

  9. Balas

    Firdaus Soeroto

    9 Juli 2018

    Enggak kebayang gua kalo bisa sampe ke Bali via jalur darat. Hahaha

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      24 jam sampai Bali ka hehe

  10. Balas

    Inez

    9 Juli 2018

    kereta 50rb, ga pake ac ya.
    4 tahun yang lalu harga segitu. Kalau sekarang di harga berapa ya?

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      sudah pakai AC dan nyaman kok ka, skrg sekitar 140 ribu an

  11. Balas

    Kartini

    9 Juli 2018

    Wakh.. Masih simpen bukti bukti otentiknya ya hehe. Tiket keretanya jg masih begitu bentuknya.
    Udah 4 tahun berarti ya, jadi backpacker. Ditunggu kelanjutannya!

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      iya ka awalnya 2014 mulai kenal backpacker

  12. Balas

    febi

    9 Juli 2018

    tulisannya informatif banget, ditunggu kelanjutan ceritanya ya buat dicontek petualangannya..hehe..

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      siap ka segera

  13. Balas

    Kurnia

    9 Juli 2018

    Saluut, backpacker sejati banget ini mah, Kayaknya seru juga yaa menjelajah bali dengan budget yang minim. Ditunggu kelanjutan ceritanya di Bali nih bang

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      siap ka segera

  14. Balas

    Henry Irawan

    10 Juli 2018

    Wah akhirnya tersampaikan ya mas ke bali nya hehe.

    Sama kayak saya pengen banget ke bali dari dulu alhamdulillah baru terwujud beberapa hari lalu.

    Lumayan yah itu mas punggung nya nempel terus sama bangku kereta dan bus hehe

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      sejak saat itu sampai sekarang saya sudah 4 kali ke Bali, hampir tiap tahun hehe

  15. Balas

    Evi

    10 Juli 2018

    Kalau memang niat.. Man Jada Wa Jada.. Pasti dilakukan.. Padahal perjalanan ke Bali lewat darat itu capek banget..
    Cemungudd yaa.. Hehe..

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      betul ka, capek nya baru kerasa pas udah sampai bali hehe tapi semua terbayar sama pengalaman yang mengagumkan

  16. Balas

    tuty prihartiny

    10 Juli 2018

    Saya pernah mencoba backpacker ke bali, beberapa tahun yang lalu. Tapi, karena tidak mempersiapkan kondisi fisik, sempat drop. Btw, penasaran nih dengan kelanjutan cerita Bang Madi Backpackeran di Bali,,,,

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      wih keren ka, siap segera saya tulis

  17. Balas

    Agnes

    10 Juli 2018

    Nice share ka, seru ya backpackeran ke Bali. 2014 aku juga pernah backpackeran ke Bali bareng temen, naik kereta sampai Surabaya cuma 50ribu terus nyambung travel sejenis Elf biayanya 170ribu sampe terminal Ubung. Lain kali pengen coba rute lewat Banyuwangi ah, hehe

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      wih mantap ka,

  18. Balas

    Dayu Anggoro

    10 Juli 2018

    Di terminalnya banyak calo ga sih, soalnya gw baca di beberapa artikel kalo ke Bali via darat itu tantanganya ngadepin calo di terminal.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      waktu itu sih engga kena calo, karena saya langsung menuju bus yang tersedia. Calo sih ada yang ngikutin kita dari turun pelabuhan, pinter-pinter ngeles aja hehe

  19. Balas

    Hayati

    10 Juli 2018

    Beberapa hari yang lalu, suami ngajak backpacker ke bali via darat juga tapi aku masih mikir-mikir. Tetapi pas baca artikel mas anggi, kayaknya seru banget ya. Baiklah, sepertinya layak untuk dicoba πŸ˜„

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Boleh banget mbak dicoba

  20. Balas

    Yunita Tresnawati

    10 Juli 2018

    Waahh seru juga ke Bali jalur darat, belum pernah coba. Pengen sih, road to Bali sambil keliling pulau Jawa, main di Baluran sebelum nyebrang ke Bali

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Nah cobain ka yun pas liburan panjang

  21. Balas

    Yuni

    10 Juli 2018

    Salfok sama tiket kereta jadulnya. Btw itu tiket fery murce banget 8rebu, dapet pelampung kan? wkwk. Ditunggu part 2 nya mas

  22. Balas

    Yuni

    10 Juli 2018

    Salfok sama tiket kereta jadulnya. Btw itu tiket fery murce banget 8rebu, dapet pelampung kan? wkwk. Informatif banget. Ditunggu part 2 nya mas

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      dapet dong ka

  23. Balas

    lenifey

    10 Juli 2018

    Salut euy kuat banget di perjalanan selama itu.. aku naik kereta ke surabaya aja rasanya sekarang males banget. Hahaa.. ditunggu part 2 nya madi..

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Udah punya duit sih ya, jadi pengen nya cepet hehe

  24. Balas

    Lelyna

    10 Juli 2018

    ini mah trip nekat dan hemat mas, hahaha
    kalo gue kayaknya kagak bakalan kuat via jalur darat, udah menyerah duluan.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Emang uda di niatin ka hehe

  25. Balas

    Galuh

    10 Juli 2018

    Pertama kali ke bali pas sma waktu masih pake nama studi tour. Rasa2 nya emang udah kaya mimpi ke bali jaman itu

  26. Balas

    elsalova

    10 Juli 2018

    yang paling berkesan selama perjalan bagian mana bang?

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Selama dari jogja ke banyuwangi krn hampir ketinggalan kereta hehe

  27. Balas

    Putri Reno

    11 Juli 2018

    Yah bersambung. Padahal udah ga sabar membaca keseruan perjalanan di balinya. Penasaean tempat tempat mana aja yg low cost. Biayanya klo backpacker besahabat baik dengan low cost, low budget

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Segera dilanjut ka

  28. Balas

    Yudi

    11 Juli 2018

    Jadi rute ke Bali via darat begini bang. Stasiun Kereta Senin – Lempuyang – Banyuwangi turun. Jalan kaki ke pelabuhan Ketapang, kemudian ke pelabuhan Gili Manuk?.
    Akan dicoba. Thanks infonya.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Betul bang

  29. Balas

    Ari Widi

    11 Juli 2018

    Bali selalu di hati dan tidak pernah membosankan

  30. Balas

    Ariwidi

    11 Juli 2018

    Bali selalu di hati dan tidak pernah membosankan padahal sudah 2x kesana

  31. Balas

    Kalena Efris

    11 Juli 2018

    Pengenn cobaaa ke Bali jalur darat kyk Bang Madi. Apalagi kalo backpackeran, pasti bakal seru. Kira2 abis berapa hari ya bang kalo PP dengan asumsi misalnya explore Bali sehari doank?

  32. Balas

    Ari Widi

    11 Juli 2018

    Bali selalu tidak pernah membosankan. dan meski sudah 2x ke sana masih kepingin lagi

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Betul mbak, sampai skrg saya sudah 4x dan masih pengen lagi

  33. Balas

    titi

    11 Juli 2018

    ini perjalanan pertama lo yang dulunsukses bkin gw mupeng, akhirnya rilis ceritanya.

    cara lo cerita udah asik madi, tapi kyanya kepnjangan deh isi stiap paragrafnya. klo dbaca dr hp jd kya penuh gtu, cenderung bkin mata lelah. Next nya mgkin bs dipikirkan lagi. hhe

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Makasih mbaktiti

  34. Balas

    EKA MUCHLIS SALIM SIREGAR

    11 Juli 2018

    penting banget nih untuk yang baru pertama kali backpackeran sendiri… btw kalau bisa diupdate juga info harganya yang sekarang.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Makasih sarannya bang

  35. Balas

    ajiza desi purnamasari

    11 Juli 2018

    Setelah baca, jadi nostalgia gitu. Zaman saya saat kuliah pernah mengalami yang serupa. Dua wanita nekat backpackeran ke Bali heheheee…
    Tapi seru yak

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Wih mantap ka

  36. Balas

    Diah Sally M

    11 Juli 2018

    Wih asik banget yak. Lebih hemat emang kalau lewat darat, tapi lumayan menguras tenaga yak.

    Ya ampun jadi kangen Bali hahaha

    Asik kayanya nyoba ke Bali mampir dulu di Banyuwangi, Madura, Bali, lama lama bisa sampe Alor nih hahaha

    Nice Artikel ka

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      11 Juli 2018

      Lebih lama aja ka, 24 jam baru sampe bali

  37. Balas

    Mela

    11 Juli 2018

    Kaget waktu liat harga tiketnya 50 rupiah, untung liat gambarnya ternyata 50ribu, kyaknya kudu diedit deh Ka..
    Aku kepo bandingin harga sama yang naik pesawat, hehee..
    Untuk jalur darat setau aku lebih murah tapi take time. Itu pilihan ya Ka πŸ˜‰

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      12 Juli 2018

      Makasih saran nya ka

  38. Balas

    airin

    11 Juli 2018

    luar biasa.. klo cowowk-cowok mah bebas dan aman ya jalan-jalan kemana aja

  39. Balas

    Mela

    11 Juli 2018

    Sempet kaget dengan harga 50 rupiah, hahahaa.. Edit atuh Kaaa.. Untung liat fotonya..
    Tapi klo jalur darat otomatis lebih lama. Pilihan lah ya Ka.. Klo aku lebih suka naik pesawat..

  40. Balas

    Lisa Fransisca

    11 Juli 2018

    Wah luar biasa sekali Bang perjalanannya, masih ingat jelas dan ada bukti otentik juga. Jadi ingat, pernah juga ke Bali via darat tapi Jakarta-Surabaya-Banyuwangi-Bali 4 tahun yang lalu.

  41. Balas

    Mela

    12 Juli 2018

    Klo waktunya banyak enak nih ke Bali lewat jalur darat. Tapi klo waktunya dikit ya mau ga mau kudu pake pesawat. Pilihan sih..

LEAVE A COMMENT

Achmadi Anggi
Indonesia

Hai! Aku Achmadi. Melalui blog ini saya berbagi semua minat saya ke dalam perjalanan, petualangan, dan fotografi. .