Pendakian Gunung Merapi via new Selo Merapi tak pernah ingkar janji merbabu view
Travel Story

Merapi dan Rindu yang Menjadi (Bagian 1)

on
25 Maret 2018
Pendakian Gunung Merapi via New Selo , merapi tak pernah ingkar janji

Gunung Merapi

Gunung Merapi , siapa yang tidak kenal gunung ini. Gunung yang memiliki tinggi 2930 Mdpl ini berada di dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jogjakarta. Gunung Merapi adalah salah satu gunung api yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara sekian banyak gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan salah satu gunung terganas di dunia. Terakhir kali Merapi memuntahkan lahar panas pada tahun 2010. Selain lahar panas, Merapi juga menghasilkan awan panas atau biasa disebut wedhus gembel oleh warga sekitar. Salah satu dampak yang dihasilkan oleh letusan Merapi yaitu hilangnya Puncak Garuda yang dulunya berdiri tegak di puncak Gunung Merapi. Namun dengan kejadian itu, tak menyurutkan niat para pendaki untuk tetap mengunjungi Gunung Merapi, entah untuk mengobati rindu atau melihat puncak Gunung Merapi yang baru setelah terjadinya letusan.

Meski Gunung Merapi termasuk gunung yang ganas, namun gunung ini tidak pernah sepi dari pendaki. Tiap akhir pekan bisa sampai 100 orang lebih yang melakukan pendakian ke gunung ini. Pendakian gunung Merapi bisa melewati dua jalur utama, yaitu Kinaharjo/Kaliurang dan Selo/Boyolali. Tetapi pada November tahun 1995 jalur pendakian Kaliurang di tutup sementara.

Perjalanan dari Jakarta
Pendakian Gunung Merapi via New Selo , merapi tak pernah ingkar janji

Menunggu Kereta di Stasiun Senen

16 Maret 2018 menjadi tanggal yang saya tunggu-tunggu sudah sejak 3 bulan lalu. Untuk pendakian kali ini, saya bergabung  bersama Komunitas Backpacker (KOPER). Pendakian ini bersifat sharecost (patungan), jadi bisa di pastikan bahwa biaya nya relatif murah. Biaya patungan nya sebesar 330 ribu rupiah sudah termasuk Tiket Kereta Api PP Jakarta – Solo Jebres, Transportasi ke Basecamp, Logistik, dan lain-lain. Dalam pendakian ini, kita berjumlah total 41 orang dengan Lukman Abdul Azis sebagai ketua rombongan perjalanan.

Sebelumnya kami sepakat untuk berkumpul di Stasiun Pasar Senen pada jam 16.00 WIB karena kita akan berangkat ke Solo menggunakan Kereta Brantas pukul 17.00 WIB .  Namun karena waktu itu saya masih bekerja, saya baru bisa tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 16.30 WIB. Kami segera melakukan check in agar bisa menaruh barang bawaan di atas tempat duduk. 10 menit sebelum kereta berangkat, kami semua sudah duduk manis di masing-masing bangku kereta kelas ekonomi itu. Kereta pun berjalan, dan kita sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang tertidur, mengobrol dengan orang yang duduk di bangku sebelah, bahkan berkenalan dengan pramusaji cantik yang mondar-mandir menawarkan makanan.

Singkat cerita, pukul 02.47 WIB kereta yang saya naiki tiba di stasiun tujuan akhir, Solo Jebres. Kami segera turun dari kereta dan siap-siap untuk menuju ke Basecamp Gancik sebelum melakukan pendakian. Tiga mobil elf sudah siap menunggu kami di luar stasiun, setelah semua pendaki naik ke dalam mobil, mobil itu segera jalan menuju basecamp Gancik. Pukul 04.30 kami berhenti sejenak di suatu pasar di daerah Selo untuk melaksanakan sholat Subuh serta membeli beberapa logistic yang dibutuhkan selama pendakian. Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya kami tiba di Basecamp Gancik pukul 06.00. Ada beberapa hal yang kami lakukan selama di basecamp , dari mulai packing ulang isi tas carriel yang akan kita bawa, mandi dan ganti pakaian, tidur, dan tidak lupa untuk sarapan. Rencana nya pukul 09.00 kita akan melakukan pendakian. Namun, manusia hanya bisa berencana, Tuhan berkehendak lain, hujan mulai turun sejak pukul 08.30, sehingga kita harus menunggu hujan reda untuk melanjutkan perjalanan menuju basecamp New Selo. Pukul 10.30 hujan mulai mereda, dan kita akhirnya berangkat menuju basecamp New Selo menggunakan mobil truk.

Pendakian
Pendakian Gunung Merapi via New Selo , merapi tak pernah ingkar janji

Sebelum Pendakian

Pendakian Gunung Merapi via New Selo , merapi tak pernah ingkar janji

Tulisan New Selo ala Hollywood

Ketika kalian ingin mendaki Gunung Merapi melalui New Selo, kalian pasti akan disambut oleh tulisan ala Hollywood yang bertuliskan “New Selo” di basecamp setelah melewati pos untuk mendaftar SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Setelah selesai mengurus SIMAKSI, kita memulai pendakian, baru beberapa meter melangkah, kami disambut jalanan beraspal yang menanjak serta ditemani oleh gerimis air hujan. Sepuluh menit berselang, saya sendiri sudah berhenti untuk mengatur nafas karena jujur saja sebelumnya tidak ada latihan persiapan untuk naik gunung ini. Mendaki saat hujan juga merupakan pengalaman pertama saya. Setelah beristirahat 5 menit, saya kembali berjalan dan tiba-tiba hujan deras turun menyertai perjalananku siang itu. Karena hujan menyebabkan perjalanan kami sedikit terganggu, dengan jalur tanah dan bebatuan yang terus menanjak dan tidak ada “bonus” membuat saya sering berhenti untuk mengatur nafas dan langkah selanjutnya. Setelah berjalan 1,5 jam akhirnya saya sampai di Pos Bayangan, di pos itu terdapat 2 pondok kecil untuk singgah namun saat itu ramai sekali pendaki yang sedang berteduh. Saya hanya berhenti 5 menit untuk sekedar minum dan memakan sedikit cemilan.

Pendakian Gunung Merapi via New Selo Merapi tak pernah ingkar janji

Berteduh di Jalur

Pendakian Gunung Merapi via New Selo , merapi tak pernah ingkar janji

Pos Bayangan Gunung Merapi

Masih dalam keadaan hujan, saya melanjutkan perjalanan. Jalan masih menanjak dan berbatu, namun kini mulai menyempit karena adanya akar pohon yang saling tidak beraturan. Saya sering sekali berhenti karena selain harus mengantre dengan pendaki lain untuk bergantian lewat juga untuk mengatur nafas yang makin ngos-ngosan. Pukul 14.00 akhirnya saya tiba di pos 1 atau bisa di sebut Pos Watu Belah karena ada batuan besar yang terbelah di dekat pos itu. Berhenti sekitar 10 menit di pos 1, saya segera melanjutkan perjalanan agar bisa sampai ke tempat nge-camp  sebelum gelap. Perjalanan menuju pos 2 semakin berat, jalan tanah berbatu yang menanjak serta hujan yang belum mau berhenti benar-benar membuat tenaga saya terkuras habis, sepanjang perjalanan rasanya ingin sekali segera sampai di tempat nge-camp. Jalan saya sangat lambat kala itu, sehingga seharusnya untuk menuju pos 2 hanya membutuhkan waktu 1 jam , saya baru tiba di pos 2 menghabiskan 2 jam perjalanan. Sampai di pos 2, saya membuka cemilan serta membagi ke teman pendaki lain yang kebetulan berada di samping saya. Setelah cukup tenaga untuk melanjutkan perjalanan, tidak jauh dari pos 2, kami mendirikan tenda untuk beristirahat. Setelah mengganti pakaian basah dengan yang kering, kami mengeluarkan logistic yang dibeli untuk dimasak sebagai makan malam kami.

Setelah perut terisi, kami bersiap untuk tidur di tenda masing-masing, sambal berdoa mengharap hujan segera berhenti dan cuaca esok pagi cerah. Seperti biasa, saat tidur di gunung itu waktu terasa berjalan lambat sekali, buktinya pagi lama sekali datangnya padahal saya terbangun tiap 2 jam sekali. Malam itu saya tidur berempat dalam satu tenda kapasitas 5 orang. Kondisinya air itu merembes hingga ke dalam tenda karena intensitas hujan yang enggan reda hingga jam 10 malam.  Akan ada cerita seru di hari selanjutnya.

Cerita ini bersambung ke bagian kedua.

Merapi dan rindu yang menjadi bagian 2

TAGS
RELATED POSTS
79 Comments
  1. Balas

    mutiarasww

    26 Maret 2018

    Wuaaah… Merapi, pasti banyak koleksi foto keren yang unluckily harus dikompres yah Kak 😂😂

    • Balas

      Achmadi Anggi

      26 Maret 2018

      Untuk foto-foto kece nya bisa langsung kepoin IG saya ka hehe 😊

  2. Balas

    Antin Aprianti

    26 Maret 2018

    ditunggu sambungannya, pengen liat pemadangan di atas gunungnya.

    • Balas

      Achmadi Anggi

      26 Maret 2018

      Siap ka, terimakasih sudah membaca

  3. Balas

    Bang Yudi

    26 Maret 2018

    Baca tulisannya enak dn detail. Serasa ikut hadir ke Merapi. Keren.

    • Balas

      Achmadi Anggi

      26 Maret 2018

      Makasih bang Yudi, terimakasih sudah membaca

  4. Balas

    airin

    26 Maret 2018

    Ditunggu sambungannya, btw rumahku cuma beberapa km dari merapi tp belum pernah ke puncaknya

    • Balas

      Achmadi Anggi

      26 Maret 2018

      Siap ka Airin, wah lain kali harus coba ka

  5. Balas

    Iqbal

    26 Maret 2018

    Ooh ternyata, basecamp mau ke Merapi dekat sama mau ke Merbabu yaa

    • Balas

      Achmadi Anggi

      26 Maret 2018

      Iya ka dekat ko

  6. Balas

    tutyprihartiny06

    26 Maret 2018

    Sepertinya sambungan ceritanya tidak kalah seru dari bagian pertama, jadi penasaran. Apalagi saya saat ke merapi belum sampai muncak….

  7. Balas

    Lisa Fransisca

    26 Maret 2018

    fix bikin saya makin kangen naik gunung haha. pemandangan di gancik juga bagus nih. ditunggu lanjutannya kak.

  8. Balas

    Deny Oey

    26 Maret 2018

    Can’t wait for the sequel..

  9. Balas

    taumyalif

    27 Maret 2018

    Terimakasih infonya. Belum pernah kesana soalnya.

    • Balas

      Achmadi Anggi Haryowibowo

      10 Juli 2018

      Sama sama bang

  10. Balas

    Jejak Kartini

    27 Maret 2018

    Bagus.. Btw sempat kepo foto2 di ignya. Bagus2 bikin ngilerr 😅

  11. Balas

    Aemilia Dessy

    27 Maret 2018

    Ditunggu kelanjutan ceritanya

  12. Balas

    ceritabangdoel

    27 Maret 2018

    kangen merapi..

  13. Balas

    Ifa Mutia

    27 Maret 2018

    Ibarat mesin baru mulai panas harus dimatiin. Aku baru mulai bayangin keseruan pendakian harus terputus.
    Penasaran sangaaaaat…

  14. Balas

    Puteno

    27 Maret 2018

    Wah merapi, belum kesampean mau kesana. Bahas letusan merapi, serem

  15. Balas

    Novtalia

    27 Maret 2018

    Pas banget, next plan aku ke Merapi, ditunggu cerita selanjutnya..

  16. Balas

    Achi H Mitrowiredjo (@achi_hartoyo)

    27 Maret 2018

    duh lagi seru-serunya musti bersambung, ditunggu lanjutannya

  17. Balas

    inggit komala

    27 Maret 2018

    belum pernah ke merapi!! semoga tahun ini bisa ke merapi

  18. Balas

    Diah Sally DSM

    27 Maret 2018

    Cara penyampaiannya bagus banget, mas. ditunggu kelanjutannya. belum pernah naik, tapi kemarin cuma nyoba nge-jeep di Merapi hehe

  19. Balas

    ristiyanto

    27 Maret 2018

    Saya mendaki Merapi juga melalui New Selo dan tempatnya memang bagus buat foto-foto.

  20. Balas

    Budi Setiadi

    27 Maret 2018

    kepo banget sama ceritanya, lagi asyik2 baca eh bersambung. Terpaksa kudu menanti cerita selanjutnya nih..

  21. Balas

    AriWidi

    27 Maret 2018

    naik gunung selalu seru..cuma masih bersambung ya?psar bubrahnya mana?

  22. Balas

    Yunita Tresnawati

    27 Maret 2018

    Ahhh kenapa bersambung? Lagi seru2nya baca. Aku suka gaya nulisnya, mengalir.

  23. Balas

    iuef (Ayu F)

    28 Maret 2018

    Yaahh… bersambung… krn blm pernah ikutan pendakian, entah kenapa adaaaa saja alasan batal berangkat. Jadi baca cerita2 tentang pendakian selalu seru

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Sudah ada lanjutan nya ka

  24. Balas

    titi purwati

    28 Maret 2018

    Padahal penasaran bagian summitnya.

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Cek di bagian 2 kaka

  25. Balas

    Dede Ruslan

    28 Maret 2018

    aku baru tau merapi bisa di daki semenjak meletus kemarin, tp pemandangannya luar biasa keren

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Bisa ko bang

  26. Balas

    lenifey

    28 Maret 2018

    Ditunggu kelanjutan ceritanya kaka madi.. mantap sudah lunas doble M nya.. 👍👍

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Sudah rilis kaka, silakan dibaca

  27. Balas

    EkaRahmawatizone

    28 Maret 2018

    Seru pengalamannyaaaa. sangat menunggu cerita selanjutnya hehehe

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Sudah rilis bagian kedua nya ka, silakan dibaca

  28. Balas

    Eka Siregar

    28 Maret 2018

    penasaran untuk lanjutannya… pengen tahu kalau saya naik bisa gak ya? hehehehehe

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Sudah rilis lanjutan nya bang, bisa ko bang

  29. Balas

    dayuanggoro16

    28 Maret 2018

    Ditunggu cerita selanjutnya.. merapi memang ga pernah ingkar janji…

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Siap bro, sudah rilis bagian kedua nya

  30. Balas

    Dewi Setyowati

    28 Maret 2018

    Hm.. kalo aku pasti udah ga bisa tidur itu tenda rembes hehehe.. tapi pasti jadi kenangan yaa hehe..ditunggu episode selanjutanya, Madi..

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Iya mbak betul banget, sudah rilis mbak, monggo dibaca

  31. Balas

    Hayati Ayatillah

    28 Maret 2018

    Wooow mendaki pas hujan 😱😱😱

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Pengalaman pertama kali mbak

  32. Balas

    Kalena Efris

    28 Maret 2018

    Abang berarti enggak ngecamp di pasar bubrah yaa? Btw baca tulisan abang bikin kangen sama suasana sanaa 😑

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Ngecamp nya sebelum pasar bubrah bro

  33. Balas

    Maya Nirmala Sari

    28 Maret 2018

    Merapi selalu bikin kangen ya. Bersyukur banget bisa memandangnya setiap hari, meski dari kejauhan.

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Bener bgt mbak

  34. Balas

    Beni Ananto

    28 Maret 2018

    Jadi kangen ke Merapi..

  35. Balas

    Beni Ananto

    28 Maret 2018

    Jadi kangen naik gunung lagi..

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Kuy bang

  36. Balas

    Lala Yusuf

    28 Maret 2018

    Fotonya kece-kece badai

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Makasih ka lala

  37. Balas

    nasa

    28 Maret 2018

    Itu kocak amat ujan pada neduh pake flysheet wkwk…
    Bkny pd bw jas ujan y

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Pada bawa juga bro , ini pas awal ujan dadakan

      • Balas

        nasa

        28 Maret 2018

        Owh… G ngasih aba2 y ujany

  38. Balas

    Citra Rahman

    28 Maret 2018

    Melihat foto yang berteduh dari hujan itu memorable banget ya. Aku jadi ingat pengalaman mendaki Papandayan beberapa tahun lalu.

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Iya bang hehe

  39. Balas

    Nunik Utami

    28 Maret 2018

    Lagi-lagi baca ttg naik gunung. Lama2 aku jadi pengen nyoba 🙂

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Dulu juga saya beranggapan ngapain sih capek2 naek gunung, tp skrg udah tau gmn seru nya naek gunung

  40. Balas

    Fajar Hidayat (@PangeranLelea)

    28 Maret 2018

    hanya satu kata kereeen

    • Balas

      Achmadi Anggi

      28 Maret 2018

      Makasih bang

  41. Balas

    ndarikhaa

    28 Maret 2018

    duh mendaki kalau kena hujan tuh rasanya… Pe eR bgt ya kak…
    Ditunggu cerita selanjutnya ka Anggi…

    Merbabu tsakeph parah yah kalo diambil dari Merapi…

    • Balas

      Achmadi Anggi

      29 Maret 2018

      Pengalaman pertama mendaki kena hujan kmrn, sudah ada lanjutan nya ka

  42. Balas

    elsamartinalova

    28 Maret 2018

    Seru, aku baru mau coba daki gunung. Nanti semoga juga bisa ke merapi lah. Amiin

    • Balas

      Achmadi Anggi

      29 Maret 2018

      Semangat ka

  43. Balas

    Agusonpapers

    28 Maret 2018

    Awas nanti pas muncak, kejepret kamera pemantau…yang bandel naik ke puncak heheheh

    • Balas

      Achmadi Anggi

      29 Maret 2018

      Rame bgt ko bang

  44. Balas

    inezdwijayanti89

    29 Maret 2018

    ditunggu lanjutannya kak
    https://helloinez.com

    • Balas

      Achmadi Anggi

      29 Maret 2018

      Sudah ada lanjutan nya ka

  45. Balas

    Ning

    29 Maret 2018

    Letusan th 2010 aku masih di jogja, sampe naik motor harus pake mantol biar gak kena abu yang tebelnya wow banget, dan kemana-mana harus pakai masker. Jarak pandang juga terbatas. Jadi inget masa lalu. Hehe

    • Balas

      Achmadi Anggi

      29 Maret 2018

      Wih kerasa bgt pas mau meletus ya mbak

  46. Balas

    Arlindya

    6 April 2018

    Pernah menginjakkan kaki di kaki gunung merapi pas bgt habis meletus dan isinya abu semua

    • Balas

      Achmadi Anggi

      6 April 2018

      Wih , gmn kondisinya waktu itu ka?

      • Balas

        Arlindya

        6 April 2018

        Msh tertutup abu semua sampe pohon2 nya. Eksotis deh. Sejak saat itu kayaknya baru dibuka wisat lava merapi

        • Balas

          Achmadi Anggi

          7 April 2018

          Wih keren

LEAVE A COMMENT

Achmadi Anggi
Indonesia

Hai! Aku Achmadi. Melalui blog ini saya berbagi semua minat saya ke dalam perjalanan, petualangan, dan fotografi. .